Lantai dua Gereja Pantekosta di Jln. Raya Cimanuk Kelurahan Paminggir, Kec. Garut Kota Kab. Garut, dilalap si jago merah Selasa (28/3) pukul 9.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun demikian, akibat kebakaran itu, gereja diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 100 juta.
Menurut Kabag Bina Mitra Polres Garut, Kompol. Edi S. Haryanto, berdasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian penyebab kebakaran tersebut diduga dari adanya korsleting aliran listrik dari rumah milik Abas. "Hasil penyelidikan sementara memang seperti itu. Namun, kami masih terus melakukan penyelidikan secara intensif," katanya.
Keterangan yang berhasil dihimpun "PR" di lokasi kejadian, sumber api berawal dari bagian rumah milik Abas, yang berada tepat di sebelah kiri gereja. Api dari rumah milik penarik becak itu cepat menjilat gereja, karena bagian atas rumah sebagian dari kayu yang mudah terbakar. selain itu, karena angin kemarin cukup kencang.
Setelah api berkobar dan merembet jauh ke gereja, warga setempat berupaya melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Mereka berlarian mengambil air ke sumber air di sekitar lokasi kejadian. Hasilnya, api bisa sedikit dijinakkan. Namun, karena warga kesulitan memperoleh air, api tidak bisa sertamerta dijinakkan.
"Jika tidak segera diantisipasi warga dengan menyiramkan air dari rumah penduduk, dan memukulkan beberapa buah batang kayu ke kobaran api, kemungkinan kebakaran akan meluas ke rumah penduduk lainnya. Karena bagaimana pun lingkungan RW 03 Kelurahan Paminggir ini merupakan daerah padat rumah penduduk," ungkap Ny. Mia Herlina, Kepala Kelurahan Paminggir.
Untungnya, beberapa menit kemudian, datang tiga unit kendaraan kebakaran dari Pemkab Garut. Petugas segera melakukan pemadaman dengan mendapat pengamanan dari Polres Garut. Akhirnya, sekira pukul 10.27 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkam.
Pendeta Gereja Pantekosta, Sammy, PLIT, saat ditanya di lokasi kejadian mengaku panik saat melihat kobaran api menerjang bagian atas gerejanya. Namun demikian, ia mengaku merasa beruntung karena kejadiannya tidak pada saat ada aktivitas keagamaan.
Ia mengatakan, berdasarkan perhitungan sementara dari bagian pengelola gereja, nilai kerugian yang dialaminya mencapai sekira Rp 100 juta. "Namun, apa pun yang terjadi, kami beruntung karena tidak ada korban jiwa," katanya.
Jadilah Donatur Ob.or.id |
Kembali Ke Depan |
Artikel Sebelumnya |
10 Artikel Terbaik